PERSIAPAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS MENJELANG VISITASI

Kerjasama dari setiap pihak sangatlah penting dalam meningkatkan akreditasi program studi khususnya program studi pendidikan bahas Inggris. Beberapa persiapan telah dilakukan sejak tahun 2014. Semua dikerjakan berdasarkan standar-standar dalam penduan borang visitasi akreditasi dari BAN-PT.

Dalam panduan tersebut tertera tujuh standar. Mulai dari visi dan misi, kurikulum, fasilitas, hingga data tentang dosen dan mahasiswa pun dikumpulkan. Semua data diperoleh mulai dari data prodi, jurusan, fakultas, hingga universitas. Bukan hanya koordinator, dosen ataupun staff prodi bahasa Inggris, dekan FKIP, Dr. Gazali, M.Pd., pun turun langsung dalam mempersiapkan visitasi akreditasi ini.

Setelah mengumpulkan semua data, koordinator prodi dan ketua penyusun borang pun mengundang semua tim penyusun borang untuk merapatkan data yang diperoleh. Sebelum data lengkap borang diantarkan ke pusat, data-data tersebut divisitasi terlebih dahulu oleh tim visitasi universitas. Setelah semuanya dianggap lengkap, maka data tersebut diantarkan langsung ke BAN-PT Jakarta.

Koordinator program studi pendidikan bahasa Inggris, Drs. Abdul Waris, M.Pd, mengatakan, “saya berharap kerja keras kita selama ini tidak sia-sia dan terbayarkan dengan nilai A setelah visitasi pada tanggal 2-4 Oktober 2015”. Ketua penyusun borang,  Nadrun. S.Pd., M.ed., dan semua tim penyusun borang pun memiliki harapan yang sama.

[N3A]

Ribuan Mahasiswa Medan Dapat Beasiswa Kemenristek Dikti

https://img.okezone.com/content/2015/10/01/65/1224127/

MEDAN – Sebanyak 8.780 mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Medan mendapatkan bantuan beasiswa dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti‎). Skema beasiswa ini terdiri dari beasiswa bantuan untuk korban bencana, beasiswa Bidikmisi dan beasiswa ‎afirmasi pendidikan tinggi (ADik).

Beasiswa bantuan untuk ‎korban bencana diberikan kepada 972 mahasiswa korban erupsi Gunung Api Sinabung. Tiap-tiap mahasiswa penerima beasiswa ini akan mendapatkan dana Rp1 juta per bulan, terdiri dari Rp400 ribu untuk biaya pendidikan yang diberikan langsung kepada perguruan tinggi, serta Rp600 ribu untuk biaya bantuan hidup yang diserahkan langsung ke rekening para penerima.

Sementara itu, beasiswa Bidikmisi diserahkan kepada 2.655 mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), 2.922 mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), 450 mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polimed) dan 1.732 mahasiswa yang diasuh perguruan tinggi swasta di bawah Kordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah I-Medan. Besaran dana beasiswa yang mereka terima, sama besar dengan beasiswa korban bencana.

Beasiswa juga diberikan kepada 94 mahasiswa asal Indonesia Bagian Timur, yang berkuliah di Sumut dan tergabung dalam program Affirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).‎ Tiap mahasiswa penerima beasiswa ini menerima dana Rp1,4 juta, yang terdiri dari Rp400 ribu bantuan pendidikan dan Rp1 juta untuk bantuan biaya hidup.

‎Menristek Dikti M Nasir yang secara simbolik menyerahkan beasiswa itu di Auditorium Universitas Negeri Medan, Kamis (1/10/2015) menyebutkan, penyerahan beasiswa ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan keberlangsungan pendidikan warga negaranya, khususnya terhadap para pengungsi korban erupsi gunung api sinabung, yang telah cukup menderita, dan lumpuh secara perekonomian.

“Sinabung ini agak berbeda. Kalau biasanya penanganan yang kita lakukan hanya sesaat pascabencana, tapi di sini kita harus melakukan secara terus menerus. Karena sejak 2010 sampai saat ini, masyarakat tak bisa berbuat sebagaimana mestinya. Baik dari sisi pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Kami di sini untuk menyelesaikan salah satunya, yakni pendidikan. Saya tidak ingin ada mahasiswa yang berhenti akibat kondisi tersebut,” papar Nasir.

Usai memberikan beasiswa, Nasir berpesan kepada para penerima beasiswa untuk terus bekerja keras menimba Ilmu. Dia juga menjamin para penerima beasiswa dapat terus mendapatkan bantuan sampai ke Strata-3.

“Jangan terlalu berpikir soal pekerjaan yang akan kalian raih jika lulus. Belajarlah sekeras-kerasnya agar kalian pintar dan memiliki kompetensi. Percayalah kalau kompetensi kalian ada, kalian akan mendapatkan penilaian khusus dari perusahaan. Kalau ada yang mau melanjutkan, bahkan sampai ke S3, akan kami fasilitasi. Kami akan carikan beasiswanya,” tegasnya.

Penyerahan beasiswa ini sendiri dihadiri rektor perguruan tinggi negeri yang mahasiswanya menerima beasiswa, juga Ketua Kopertis Wilayah I-Medan. Penyerahan beasiswa turut dihadiri orangtua para mahasiswa penerima beasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih, dan berharap anak kami terus dapat memberikan prestasi,” ujar salah satu orangtua mahasiswa tersebut.

(rfa)

sumber: http://news.okezone.com/read/2015/10/01/65/1224127/ribuan-mahasiswa-medan-dapat-beasiswa-kemenristek-dikti

Indonesia Raih Medali Terbanyak dalam ISPRO 2015

Jakarta, Kemendikbud — International Science Project Olympiad (ISPRO) ke-3 telah usai berlangsung di Jakarta. Olimpiade sains terapan tingkat dunia untuk pelajar SMA itu dilaksanakan pada 4-9 Mei 2015 dengan tema “Experiment for Peace”. Indonesia berhasil meraih medali terbanyak, yaitu sembilan medali yang terdiri dari empat medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu.

Empat medali emas yang diraih Indonesia masing-masing berasal dari kategori Kimia, diraih Dinda Clarissa Aulia dan Klarina Elsa Siti Sarah dengan proyek penelitian “Henna Leaf: Biodegradable and Natural Softener Textile Dyes”; kategori Biologi diraih Krissanti Putrika Adiwijaya dengan proyek penelitian “Osteodrink From Kolang-kaling and Kersen Leafs Extract as Calcium and Floestrogen Supplements in Osteoporosis Prevention”; kategori Teknologi diraih Ahmad Habib Almutawakkil dan Prasetyo Langgeng Utomo dengan proyek penelitian “POSTWEC (Power Stand-Up Electric Wheelchair)”; dan kategori Lingkungan diraih Irham Syarif dan Ahmad Abrar dengan proyek penelitian “Pollutants Leads Absorber Helm Masker by Using Mahogany Leaf and Jackfruit Leaf”.

Direktur Jenderal Kemendikbud, Achmad Jazidie mengatakan, proyek penelitian yang dikerjakan para peserta ISPRO menjadi kontribusi nyata dari generasi muda dunia untuk belajar memberikan solusi kreatif dalam berbagai permasalahan yang mengemuka dalam kehidupan manusia.

“Pelaksanaan The 3rd International Science Project Olympiad atau ISPRO ali ini telah berjalan sesuai dengan tujuan. Yaitu untuk menumbuhkembangkan budaya meneliti di kalangan usia muda serta meningkatkan kesadaran siswa untuk aksi menyuarakan proteksi terhadap planet, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan gaya hidup yang ramah lingkungan,” katanya saat penutupan ISPRO ke-3 di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, (08/05/2015).

Jazidie juga berharap ISPRO juga dapat menjadi wadah membangun jejaring dan menuaikan bibit-bibit saling kesepahaman antarbangsa agar saling membantu mengatasi ketimpangan dunia global dengan cara yang humanis dan melalui budaya.

ISPRO ke-3 diikuti oleh 29 negara, antara lain Filipina, Australia, Malaysia, Turki, Jerman, Pakistan, Uganda, dan Afghanistan. Ada empat kategori penelitian yang dilombakan dalam ISPRO, yaitu Fisika, Kimia, Biologi, Teknologi dan Lingkungan. Penilaian yang dilakukan juri terdiri dari beberapa kriteria, antara lain tentang penelitian, desain dan metodologi, kreativitas, dan pemaparan. (Desliana Maulipaksi)

sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/4176

SBMPTN 2015

Latar Belakang


Seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN  melalui ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi peserta, PTN, maupun bagi kepentingan nasional.

Berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis, maka pada tahun 2015 Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis  SBMPTN 2015 yang dapat diikuti oleh siswa lulusan pendidikan menengah (SMA/ MA/ SMK/ MAK) dan sederajat, termasuk Paket C tahun 2013, 2014, dan  2015.

Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan reliabilitas dan validitas yang memadai. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang dapat memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang sains dan teknologi (saintek) dan/atau bidang sosial dan humaniora (soshum). Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

Tujuan


  1. Mencari dan menjaring calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik.
  2. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah.

Persyaratan


  1. Ketentuan UmumSBMPTN 2015 adalah mekanisme seleksi masuk PTN yang ditetapkan berdasarkan hasil Ujian Tertulis  atau kombinasi hasil Ujian Tertulis dan Ujian Keterampilan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
  1. Persyaratan Pendaftaran
  1. Bagi siswa lulusan tahun 2013 dan 2014  harus sudah memiliki ijazah.
  2. Bagi siswa lulusan tahun 2015 telah memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah, sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan foto terbaru yang bersangkutan serta dibubuhi cap yang sah.
  3. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di program studinya.
  1. PenerimaanLulus Pendidikan Menengah,  lulus SBMPTN 2015, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

Pendaftaran


  1. Pendaftaran dilakukan secara online dan tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada laman http://pendaftaran.sbmptn.or.id.
  2. Tata cara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan dapat diunduh (download) dari laman http://download.sbmptn.or.id mulai tanggal 5 Mei 2015.
  3. Pendaftaran online dibuka dari tanggal 11 Mei  2015 pukul 08.00 WIB sampai dengan 29 Mei 2015 pukul 22.00 WIB.

Jenis Ujian


  1. Ujian Tertulis

Materi Ujian Tertulis terdiri dari:

  1. Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA).
  2. Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
  3. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
  1. Ujian Keterampilan
  1. Ujian keterampilan diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan.
  2. Ujian Keterampilan bidang Ilmu Seni terdiri atas tes pengetahuan dan keterampilan bidang Ilmu Seni terkait.
  3. Ujian Keterampilan bidang Ilmu Keolahragaan  terdiri atas pemeriksaan kesehatan,  tes kesegaran jasmani dan keterampilan dasar olahraga.
  4. Ujian Keterampilan dapat diikuti di PTN terdekat yang memiliki program studi yang sesuai dengan pilihan peserta. Daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.or.id

Kelompok Ujian


Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Kelompok Ujian Saintek  dengan materi ujian TKPA dan TKD Saintek.
  2. Kelompok Ujian Soshum  dengan materi ujian TKPA dan TKD Soshum.
  3. Kelompok Ujian Campuran  dengan materi ujian  TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum.

Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian Saintek, Soshum, atau Campuran.

Kelompok Program Studi dan Jumlah Pilihan


  1. Program Studi yang ada di PTN dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Saintek  dan kelompok Soshum.
  2. Peserta dapat memilih program studi sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok saintek, maka peserta mengikuti kelompok ujian saintek.
    2. Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok soshum, maka peserta mengikuti kelompok ujian soshum.
    3. Jika program studi yang dipilih terdiri dari kelompok saintek dan soshum, maka peserta mengikuti kelompok ujian campuran.
  1. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.
  2. Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi dapat memilih program studi di PTN manapun.
  3. Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat di PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian.
  4. Daftar wilayah pendaftaran, program studi, daya tampung per PTN tahun 2015, dan jumlah peminat  program studi per PTN tahun 2014 dapat dilihat di lamanhttp://www.sbmptn.or.id mulai tanggal 13 April 2015.

Biaya Seleksi Ujian Tertulis dan Keterampilan


  1. Biaya seleksi yang ditanggung oleh peserta sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah).
  2. Biaya seleksi dapat dibayarkan melalui salah satu bank berikut ini: Bank Mandiri atau Bank BNI
  3. Biaya seleksi yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun.

Jadwal Ujian


  1. Jadwal  Ujian Tertulisdilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2015 dengan rincian sebagai berikut:

    WIB

    WITA

    WIT

    Kegiatan

    Saintek

    Soshum

    Campuran

    07.00-07.30

    08.00-08.30

    09.00-09.30

    Masuk ruang ujian, mengisi biodata, pemeriksaan Identitas

    07.30-09.15

    08.30-10.15

    09.30-11.15

    Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek)

    09.15-09.45

    10.15-10.45

    11.15-11.45

    Istirahat

    09.45-10.00

    10.45-11.00

    11.45-12.00

    Masuk ruang ujian& mengisi biodata

    10.00-11.45

    11.00-12.45

    12.00-13.45

    Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA)

    11.45-13.00

    12.45-14.00

    13.45-15.00

    Istirahat

    13.00-13.15

    14.00-14.15

    15.00-15.15

    Masuk ruang ujian& mengisi  biodata

    13.15-14.30

    14.15-15.30

    15.15-16.30

    Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum)

  2. Ujian KeterampilanUjian  Keterampilan dilaksanakan pada hari Rabu dan/atau Kamis, tanggal 10 dan/atau 11 Juni 2015 (jadwal dan tempat pelaksanaan Ujian Keterampilan agar diperhatikan dengan seksama, baik yang tercantum pada Kartu Peserta maupun yang tercantum pada pengumuman di masing-masing tempat pelaksanaan ujian).

Pengumuman Hasil Ujian


Hasil ujian akan diumumkan pada hari Kamis, 9 Juli 2015 mulai pukul 17.00 WIB dan dapat diakses di laman resmi Panitia : http://www.sbmptn.or.id  atau media cetak/on line lainnya yang berkerjasama dengan Panitia.

Peserta Pelamar Program Bidikmisi


  1. Calon peserta penerima Bidikmisi terlebih dahulu harus mempelajari prosedur pendaftaran program Bidikmisi melalui laman http://bidikmisi.dikti.go.id.
  2. Calon peserta penerima Bidikmisi terlebih dahulu harus mendaftar ke laman http://bidikmisi.dikti.go.id.
  3. Calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi akan memperoleh Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan Personal Indentification Number (PIN) untuk mendaftar SBMPTN melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.or.id, tanpa harus membayar biaya seleksi.
  4. Calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan tidak diterima melalui SNMPTN, dapat menggunakan KAP dan PIN yang dimiliki untuk mendaftar SBMPTN tanpa harus membayar biaya seleksi.
  5. Calon peserta penerima Bidikmisi yang telah dinyatakan lulus melalui SNMPTN dan berkeinginan untuk mendaftar SBMPTN, maka PIN yang telah diperoleh dinyatakan tidak berlaku dan yang bersangkutan harus membayar biaya seleksi dengan menggunakan KAP yang telah diperoleh sebelumnya.

Laman Resmi dan Alamat Panitia


  1. Informasi resmi mengenai SBMPTN dapat diakses melalui laman resmi http://www.sbmptn.or.id.
  2. Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui Twitter @SekreSBMPTN, Facebook:www.facebook.com/SekreSBMPTNHelpdeskhttp://halo.sbmptn.or.id, dancall center 0804 1 456 456.
  3. Alamat Panitia Pusat SBMPTN 2015:Gedung Rektorat UNY,Sayap Utara Lantai 1, Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta,

    Kode Pos 55281, Telp: 0274-544049/Fax: 0274-520325,

    e-mail: sekretariatseleksi2015@uny.ac.id.

Lain – lain


Segala perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SBMPTN 2015 akan diinformasikan melalui laman http://www.sbmptn.or.id. dan Panduan Peserta SBMPTN 2015.

sumber: https://sbmptn.or.id/?mid=13

Lab Perguruan Tinggi Dilibatkan untuk Uji SNI

Lab Perguruan Tinggi Dilibatkan untuk Uji SNI

JAKARTAPemerintah akan melibatkan perguruan tinggi untuk menguji produk berstandar nasional Indonesia (SNI). Laboratorioum kampus dianggap akan menurunkan biaya uji produk yang selama ini mahal.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir mengatakan, dia akan mendorong universitas untuk melakukan penelitian terhadap produk yang terstandarisasi yang bekerja sama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN). Dia berharap, produk yang sudah terstandardisasi itu akan mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Produk yang dihasilkan melalui riset bisa terstandarisasi. Saya dukung apa yang dilakukan BSN dan pentingnya produk yang distandarisasi,” katanya dalam Jalan Sehat Keluarga Bersama SNI di Jakarta, Minggu 12 April kemarin.

Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan, Kemenristek Dikti sudah berkomitmen dan menghimbau perguruan Tinggi negeri (PTN) agar fasilitas laboratoriumnya dipakai untuk uji produk. Nanti BSN akan berkonsolidasi kembali untuk menentukan PTN mana yang bisa menjadi rujukan.

Bambang menjelaskan, sebetulnya tidak hanya PTN yang akan dimintai kerja sama namun perguruan tinggi swasta juga akan diikutsertakan, mengingat jumlah 3.000-an PTS juga pasti memiliki laboratorium canggih.

Menurut dia, Kementerian Perdagangan juga mendukung rencana ini sebab akan membuat biaya pengujian produk menjadi lebih murah. Dia mengungkapkan, bagi pengusaha kecil, rumah tangga dan mikro yang bermodal kecil banyak yang tidak mampu melakukan uji produk karena biayanya yang tinggi.

Padahal di sisi lain pemerintah sudah mengeluarkan UU No 20/2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian dimana produk yang tidak ber-SNI akan kena denda dan hukuman penjara. “Dendanya bisa sampai Rp1 miliar,” tuturnya.

Bambang menerangkan, selain peran laboratorium PTN juga akan bekerja sama dengan pemerintah membantu sosialisasi produk ber-SNI ke masyarakat. Selain itu pemerintah ingin membuat kurikulum pengajaran tentang uji dan sertifikasi produk dengan meminta saran akademis dari penyelenggara perguruan tinggi.

“Menghadapi MEA ini seluruh masyarakat harus tahu tentang standar produk. Tidak hanya produk local ber-SNI namun produk impor juga harus terstandar dengan baik,” tambahnya.

(hyk)

sumber: http://edukasi.sindonews.com/read/988419/144/lab-perguruan-tinggi-dilibatkan-untuk-uji-sni-1428844388

views: 3.212x

Langkah Selanjutnya setelah Daftar SNMPTN

Setelah mendaftarkan diri, siswa harus menuliskan nomor ujian nasional (NUN) agar dapat mencetak kartu tanda peserta SNMPTN 2015. (ilustrasi: dok. Okezone)

JAKARTA – Setelah mendaftarkan diri pada laman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015, bukan berarti kamu sudah resmi jadi peserta. Masih ada tahap berikutnya yang harus dilakukan.

Menurut Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Sutarno, siswa pendaftar masih harus mengisikan nomor ujian nasional (NUN) pada borang pendaftaran.

“Jangan sampai salah dan terlambat,” kata Sutarno, seperti dinukil dari laman UNS, Kamis (19/3/2015).

Hal senada disampaikan Koordinator Sekretariat Pokja Humas Panitia SNMPTN Bambang Hermanto. Dia mengingatkan, setelah mendapatkan NUN dari sekolah, siswa segera log in kembali ke laman SNMPTN untuk mengisikan nomor tersebut pada identitas dirinya.

“Sebab hanya siswa pendaftar yang telah mengisikan NUN dapat mencetak kartu tanda peserta SNMPTN 2015. Kartu ini menjadi bukti bahwa siswa telah mendaftar SNMPTN 2015 dengan tuntas,” kata Bambang.

Panitia SNMPTN 2015 menetapkan 14 hingga 28 April 2015 sebagai masa pengisian NUN. Siswa dapat menjalani tahap ini hingga pukul 22.00 WIB.

Tahun ini, panitia SNMPTN 2015 mencatat 852.093 siswa SMA/sederajat mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut, 153.229 di antaranya merupakan pemohon Bidikmisi.

(rfa)

sumber: http://news.okezone.com/read/2015/03/19/65/1120905/langkah-selanjutnya-setelah-daftar-snmptn

Peserta SNMPTN 2015 Tembus 852.093 Pendaftar

Peserta SNMPTN 2015 Tembus 852.093 Pendaftar (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA – Tahun ini, sebanyak 852.093 siswa SMA/sederajat mendaftarkan diri melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan peserta SNMPTN tahun lalu, yaitu 777.357 peserta.

Dari 852.093 siswa yang mendaftar tersebut berasal dari 15.317 sekolah, baik di dalam negeri maupun Sekolah Republik Indonesia (SRI) di luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 153.229 siswa di antaranya adalah pemohon atau pendaftar bantuan biaya pendidikan bidikmisi.

Koordinator Sekretariat Pokja Humas Panitia SNMPTN 2015, Bambang Hermanto mengatakan, jumlah pendaftar tahun ini meningkat 9,5 persen dibandingkan tahun lalu yang ditandai pula peningkatan jumlah unit sekolah yang mengisi PDSS di seluruh provinsi, dan secara khusus meningkat cukup signifikan untuk kawasan Indonesia Timur, seperti di Provinsi Sulawesi Utara 31,2 persen, Sulawesi Tengah 37,5 persen, Sulawesi Barat 39,2 persen, Papua 39,8 persen, Maluku Utara 43,6 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) 51,6 persen, Papua Barat 59,3 persen dan Maluku 73,1 persen.

“Peningkatan jumlah unit sekolah yang mengisi PDSS di kawasan timur Indonesia tersebut dibarengi pula dengan peningkatan jumlah siswa yang mendaftar, yakni di atas 20 persen, bahkan untuk Provinsi Maluku Utara naik sebanyak 70,8 persen,” ujar Bambang, melalui pesan singkatnya kepada Okezone, Rabu (18/3/2015).

Meski pendaftaran telah selesai, Bambang mengingatkan kepada seluruh siswa yang sudah mendaftar, masih ada tahapan yang harus dilalui, yakni mengisi Nomor Ujian Nasional (NUN) pada borang pendaftaran.

“Kami harapkan setelah siswa mendapatkan NUN, segera login kembali ke laman panitia untuk mengisikannya. Jangan sampai salah dan terlambat, sebab hanya siswa pendaftar yang telah mengisikan NUN dapat mencetak kartu tanda peserta SNMPTN 2015 yang merupakan bukti bahwa siswa telah mendaftar SNMPTN 2015 dengan tuntas,” ucapnya.

Adapun periode pengisian NUN dan cetak kartu tanda peserta SNMPTN 2015 mulai 14 April hingga 28 April 2015 pukul 22.00 WIB. (fsl)

(rhs)

sumber: http://news.okezone.com/read/2015/03/18/65/1120578/peserta-snmptn-2015-tembus-852-093-pendaftar

Kemenristek-Dikti Targetkan 8 PTN Susul UI dan ITB Masuk 500 Kampus Top Dunia

Kemenristek-Dikti Targetkan 8 PTN Susul UI dan ITB Masuk 500 Kampus Top Dunia

Jakarta – ‎Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah masuk dalam 500 perguruan tinggi top dunia 2015. Kini, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengupayakan agar 8 PTN terbaik lainnya menyusul UI dan ITB.

“Fokus Dikti adalah bagaimana bisa memasukkan 10 PTN itu masuk ke 500 perguruan tinggi top dunia,” ujar Sekjen Direktorat‎ Pendidikan Tinggi Kemenristek-Dikti Patdono Suwignyo‎.

Hal itu dikatakan Patdono saat menghadiri Seminar Nasional Transformasi Sistem Manajemen Mutu Pendidikan Tinggi dan Deklarasi Gerakan Transformasi Pendidikan Tinggi Berbasis Mutu di Hotel Menara Peninsula, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2015).

Saat ini UI berada di peringkat 310 sedangkan ITB di peringkat 461-470 perguruan top dunia. Menyusul di bawahnya UGM di peringkat 551-600, IPB dan Unair di peringkat 701 ke bawah.

Patdono menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengupayakan agar ketiga PTN itu bisa masuk dalam jajaran 500 perguruan tinggi top dunia. Salah satu upayanya dengan memberikan insentif Rp 5 miliar bagi setiap PTN sebagai modal pengembangan kampus.

“Kita berikan modal Rp 5 miliar untuk pengembangan tiap PTN,” sambungnya.

Ia mengatakan PTN di Indonesia harus bertransformasi menjadi tempat mencetak orang-orang yang memiliki daya saing di bidang ekonomi. Fungsi sebagai tempat penelitian dan agen perubahan dinilainya tak lagi cukup untuk membuat alumni PTN diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat.

Berikut 8 PTN di Indonesia yang masuk dalam 1000 besar Universitas Terbaik Dunia versi QS World University:

Universitas Indonesia peringkat ke-310 di dunia dan ke-71 di Asia.
ITB (Institut Teknologi Bandung) peringkat ke 461 di dunia dan 125 di Asia.
UGM (Universitas Gajah Mada) peringkat 551 di dunia serta ke-145 di Asia.
Universitas Airlangga
IPB (Institut Pertanian Bogor)
Universitas Dipenogoro
Institus Teknologi Sepuluh Nopember
Universitas Brawijaya

Sedangkan versi Webometric yang melakukan pemeringkatan setiap Januari dan Juli, berikut peringkat PTN per Januari 2015:

Universitas Gadjah Mada
Universitas Indonesia
Institut Teknologi Bandung
Universitas Brawijaya
Bogor Agricultural University
Universitas Sebelas MAret
Universitas Diponegoro
Universitas Airlangga
Universitas Pendidikan Indonesia
Universitas Padjajaran

sumber: http://news.detik.com/read/2015/04/24/140136/2897289/10/2/kemenristek-dikti-targetkan-8-ptn-susul-ui-dan-itb-masuk-500-kampus-top-dunia

Menristekdikti: Sistem Sertifikasi Kawal Profesionalitas Dosen

“Sertifikasi adalah satu cara untuk memotivasi kinerja akademik dosen. Mereka, secara individu, harus punya kewajiban terhadap diri sendiri untuk meneliti. Bukan dosen kalau tidak meneliti dan mempublikasikan dalam jurnal bereputasi.”

Hal itu disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam acara Sosialisasi Sistem Sertifikasi Dosen Nasional, Rabu (15/4). Digelar Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pertemuan ini menegaskan kembali mengenai mekanisme sertifikasi online. Meskipun sistem ini telah diterapkan sejak 2011, namun beberapa kendala muncul dalam pelaksanaanya. Pada tahun tersebut, angka ketidaklulusan sertifikasi dosen melonjak. Ini terjadi karena berkas ajuan sertifikasi tidak terverifikasi dengan baik dan terpental dalam sistem. Ke depan, penilaian jabatan akademik dan kenaikan pangkat juga akan diproses lewat sistem ini. Tidak ada lagi berkas-berkas fisik dalam serdos sehingga efisiensi anggaran bisa tercipta. Pasalnya, dalam empat tahun berjalan, sistem ini dapat menghemat 3,5 hingga 4 miliar. Dana ini bisa dialokasikan untuk program kegiatan lainnya.

“Ini satu-satunya sistem di kementerian yang penilaian akademiknya bersifat online. Sudah kredibel dan teruji, nyaris tidak ada komplain yang berarti,” ungkap Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Supriadi Rustad.

Sertifikasi dosen diharapkan dapat mengawal profesionalitas dosen. Dosen di Indonesia dituntut mampu menghasilkan penelitian unggul yang tidak sekadar untuk melengkapi tugas dan pendapatan. Dikatakan Mohamad Nasir, luaran publikasi penelitian dosen di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara lain di Asean, seperti Singapura yang telah mencapai angka 160.000 publikasi. Indoenesia baru menghasilkan 14.000 publikasi, dan hanya puluhan di antaranya yang telah diterapkan ke dalam industri.

Sistem sertifikasi dosen ini telah diperbarui dengan memberi layanan khusus bagi dosen yang mengajukan sertifikasi dalam keadaan studi lanjut atau tugas belajar. Dosen yang akan mengajukan jabatan fungsional baru (asisten ahli) bisa langsung mengajukan dalam tempo dua tahun terhitung mulai menjadi dosen tetap. Oleh sebab itu, layanan-layanan baru dalam sistem ini akan disosialisasikan di tiga wilayah. Selain yang telah digelar hari ini di Jakarta, sosialisasi juga akan diselenggarakan di Makassar dan Surabaya. (nrs)

sumber: http://dikti.go.id/blog/2015/04/15/menristekdikti-sistem-sertifikasi-kawal-profesionalitas-dosen/

Prof Basir : Kabar dari BAN-PT, Untad Terakreditasi B

PALU – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS menyatakan kebahagiaannya setelah mendengar kabar dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) bahwa perguruan tinggi yang dipimpinnya saat ini mendapatkan Akreditasi B.

“Alhamdulillah kami mendengar kabar dari BAN-PT setelah rapat pleno pada tanggal 13 Maret lalu Untad mendapatkan akreditasi B. Itu artinya Prodi yang masih terakreditasi C itu bisa terselamatkan,” ungkapnya dalam sambutannya pada kegiatan pembukaan kelas Non Reguler Prodi Kesehatan Masyarakat  Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Untad yang dilangsungkan di Theater Room Media Center Untad, Kamis 19 Maret.

Atas predikat Akreditasi B yang diraih, Rektor mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Untad yang telah bekerjasama dengan baik dalam membangun Untad menjadi terus lebih baik.

Baaginya, tanpa kerjasama semua pihak baik dari unsur pimpinan di tingkat institusi universitas, tingkat unit, sub unit dan lembaga hingga mahasiswa, predikat akreditasi B akan sulit diraih.(hn)

sumber: http://untad.ac.id/rss-untad/item/711-kabar-dari-ban-pt.html

Website Resmi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTAD